go green
Recent Issues

Indonesia – Swedia memperkokoh kerjasama dalam bidang Pendidikan Tinggi, Inovasi, Technoentrepreneur dan Science Parks

Indonesia – Swedia memperkokoh kerjasama dalam bidang Pendidikan Tinggi, Inovasi, Technoentrepreneur dan Science Parks

22 Juni 2017, 11:30:23

Indonesia dan Swedia telah membina hubungan dalam bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi sejak 2011, sewaktu mengundang Dr. Sven-Thore Holm, CEO LundaVision dan Co-Founder dari IDEON Science Park Swedia menjadi pembicara kunci dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas 2011). Swedia yang selalu menempati ranking 1-3 dalam pencapaian inovasi dalam 10 tahun terakhir, merupakan mitra Indonesia yang sangat piawai dalam mengembangkan ‘Sistem Inovasi Nasional’ Indonesia.
Pada hari Minggu, 21 Mei 2017, Menristekdikti Mohamad Nasir bersama Ibu Hasbiyah Mohamad Nasir, menyambut kedatangan Yang Mulia Raja Karl XVI Gustaf dan Yang Mulia Ratu Silvia, dari Kerajaan Swedia, di Bandara Soekarno Hatta.
Dalam pertemuannya, Menristekdikti Mohamad Nasir menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Swedia yang menjalankan komitmennya untuk menjadi mitra Indonesia sejak 2011. Menteri Nasir juga menginformasikan bahwa pada tanggal 19 Februari 2016, telah ditanda tangani ‘Pernyataan Kehendak Bersama’ tentang kerjasama bidang Pendidikan Tinggi, Riset dan Inovasi, antara Menristekdikti dan Menteri Helene Hellmark Knutson, di Stockholm, Swedia. Dalam pernyataan kehendak tersebut, disepakati:
– Pertukaran informasi dan peningkatan kerjasama bidang Iptek, Pendidikan Tinggi pada area-area yang menjadi minat bersama,
– Promosi dan fasilitasi Institusi dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNKS), perusahaan swasta, serta institusi penyandang dana, guna meningkatkan kerjasama Iptekdikti.
– Pertukaran peneliti, tenaga ahli, dosen, mahasiswa dan mahasiswi dari Indonesia dan Swedia.
Menindak lanjuti, kunjungan Menristekdikti per Februari 2016, telah dikirimkan group peneliti dan penentu kebijakan Iptekdikti, untuk menjalankan program training tentang ‘Sistem Inovasi dan Technoenrepreneurship’ ke Lund, pada Lund University, LundaVision dan IDEON Science park. Disamping itu, Kemristekdikti, UGM, Kedutaan Besar Swedia di Jakarta dan Lund University juga telah menjadi tuan rumah dari ‘Indonesia – Sweden Excellence Seminar’ yang dilaksanakan di UGM, Yogyakarta, 14 – 17 Maret 2016.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Kemristekdikti juga akan berpartisipasi pada seminar Indonesia – Sweden Triple Helix yang akan dilaksanakan di ITB pada tanggal 24 Mei 2017, serta Kemristekdikti dan Lund University akan menanda-tangani perjanjian teknis, terkait pengembangan inovasi, technoentrepreneurship (perusahaan swasta berbasis Iptek), serta science techno parks (STP) di Indonesia.

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Menjalin Kerja Sama Universitas Narotama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Menjalin Kerja Sama

21 Januari 2019, 08:52:23

Didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara. Universitas Narotama (UNNAR) dan Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya menjalin kerja sama yang diwujudkan dalam MoU (Memorandum of Understanding) dan MoA (Memorandum of Agreement). Penandatanganan MoU dan MoA dilakukan Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan Rektor UNIPA Surabaya Drs. Djoko Adi Walujo, ST, MM, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Surat Miskin Tak Lagi Dipakai di Penerimaan Siswa Baru 2019
21 Januari 2019, 09:00:02

Surat Miskin Tak Lagi Dipakai di Penerimaan Siswa Baru 2019 Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan peraturan baru mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru 2019. .....

87 Perusahaan Pembiayaan Bisa Manfaatkan DP Nol Persen
21 Januari 2019, 09:00:02

87 Perusahaan Pembiayaan Bisa Manfaatkan DP Nol Persen Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut 46 persen dari 188 perusahaan pembiayaan (multifinance) memiliki rasio pembiayaan macet (NonperformingFinance/NPF) kurang dari 1 persen. Berarti, sekitar 86-87 multifinance dapat .....