go green
Narotama News & Events

Kendala Bahasa Jadi Penyemangat Mahasiswa UNNAR Jalani `Student Exchange` di Taiwan

Kendala Bahasa Jadi Penyemangat Mahasiswa UNNAR Jalani `Student Exchange` di Taiwan

19 Juli 2019, 08:05:41

Ulfa Alvianti dan Firman Ardiansyah, mahasiswa Universitas Narotama (UNNAR) yang baru saja pulang dari student exchange mereka di National University of Kaohsiung (NUK) Taiwan selama 1 semester, membagikan cerita dan pengalamannya. Mereka berdua tampak ceria meskipun ternyata mereka sempat mengalami beberapa kesulitan selama di Taiwan.
“Kesulitannya sebagian besar adalah karena faktor bahasa. Meskipun di kelas semuanya menggunakan bahasa Inggris, tapi kami jelas masih terkendala bahasa ketika berinteraksi dengan orang-orang di luar kampus. Misalnya ketika membeli makanan,” ujar Ulfa.
Penduduk Taiwan yang menggunakan bahasa Mandarin dalam percakapan sehari-hari, sebagian besar tidak bisa berbahasa Inggris. Sehingga Ulfa dan Firman harus melakukan segala cara untuk bisa tetap berkomunikasi dengan mereka. “Salah satunya kami menggunakan Google Translate. Tapi kadang hasil terjemahannya juga tidak sesuai. Akhirnya harus menggunakan bahasa isyarat agar mereka mengerti,” cerita Firman lalu tertawa.
Kendala bahasa itu juga sempat membuat Firman tersesat cukup jauh dari kota Kaohsiung. “Tapi untung saja orang Taiwan itu sangat baik. Ketika saya bertanya pada mereka cara kembali ke Kaohsiung, malah saya diantar menggunakan mobil,” tutur mahasiswa prodi Manajemen itu.
Ulfa dan Firman mengaku pengalaman mereka selama 1 semester di Taiwan itu membuat mental mereka semakin kuat, karena mereka dipaksa untuk bisa bertahan di luar negeri. Apalagi ini adalah kali pertama mereka pergi ke luar negeri, bahkan pertama kalinya mereka harus bepergian menggunakan pesawat terbang.
“Saya sempat mengalami homesick parah sampai menangis dan marah-marah sendiri. Belum lagi kami juga melewati bulan Ramadan di Taiwan. Di antara teman-teman sekelas, hanya kami berdua yang berpuasa dan di situ semakin terasa berat,” kata mahasiswi semester 7 itu.
Tapi dari situ Ulfa dan Firman merasa lebih kuat dan merasa sangat beruntung bisa mengenal kultur Taiwan dan mengenal mahasiswa dari negara lain yang sedang berkuliah di sana. “Ada yang tipenya bossy, ada yang fokus belajar sampai sepanjang hari duduk di depan laptop dan berhadapan dengan buku-buku, ada juga yang menyenangkan diajak ngobrol. Tapi sebenarnya mereka semua baik dan mau saling membantu, termasuk mahasiswa dari Taiwan,” lanjut Ulfa.
Kesulitan lain yang mereka alami adalah perkuliahan yang setara dengan S2. Karena beberapa mata kuliah yang disediakan sudah mereka ambil selama di UNNAR, maka Ulfa dan Firman harus mengambil mata kuliah lain yang ternyata adalah mata kuliah S2 di NUK. “Tapi semua kesulitan itu malah terasa seru karena ini adalah pengalaman yang akan sulit kami dapatkan lagi,” tutupnya. [humas]
Foto: Ulfa Alvianti (jilbab biru) dan Firman Ardiansyah (dua dari kiri) bersama teman-teman ketika student exchange di National University of Kaohsiung (NUK), Taiwan.

print  word  pdf

 

Tangis Haru Warnai Yudisium Pertama PG PAUD Universitas Narotama Tangis Haru Warnai Yudisium Pertama PG PAUD Universitas Narotama

18 September 2019, 06:03:29

Masruroh menangis haru saat mendengarkan ucapan selamat dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Narotama (UNNAR), Andini Dwi Arumsari, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog saat penggelaran Yudisium, Sabtu (14/9/2019). Masruroh adalah peserta yudisium yang juga merupakan lulusan tertua dalam yudisium pertama Program Studi PG PAUD UNNAR. Semangatnya yang begitu besar untuk menyelesaikan studi, ia ungkapkan, adalah berkat Dekan dan jajaran dosen serta ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Keluarga Korban 737 MAX Minta Dokumen Boeing-FAA Dibuka
20 September 2019, 09:00:00

Keluarga Korban 737 MAX Minta Dokumen Boeing-FAA Dibuka

Keluarga korban tragedi pesawat Ethiopian Airlines Penerbangan 302 menuntut Boeing dan Badan Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) membuka sebuah dokumen khusus. Mereka mempertanyakan alasan Boeing dan FAA tetap menyatakan pesawat 737 MAX .....

Bappebti Blokir 142 Situs Perusahaan Berjangka Ilegal
20 September 2019, 09:00:00

Bappebti Blokir 142 Situs Perusahaan Berjangka Ilegal Jakarta -- Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kembali memblokir 39 domain situs perusahaan berjangka komoditas ilegal. Dengan pemblokiran tersebut, hingga September 2019 ini, Bappebti sudah memblokir 142 .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk Facebook Indonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....