go green
Narotama News & Events

Workshop Paten, Menjawab Tantangan Penelitian Dosen

Workshop Paten, Menjawab Tantangan Penelitian Dosen

13 Desember 2018, 01:09:30

Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan dosen salah satunya adalah meneliti. Dengan meneliti, tidak sedikit dosen yang kemudian membuat penemuan atau inovasi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Namun, inovasi baru tersebut tidak dengan mudah bisa menjadi milik sang peneliti hanya dengan bukti jurnal atau artikel ilmiah.
Dalam workshop bertema “Menjawab Tantangan Penelitian Dosen” yang diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Narotama (UNNAR), Selasa (11/12/2018), dijelaskan seberapa penting perlindungan kekayaan intelektual berupa hak paten bagi produk penelitian dosen. Felix Pasila, S.T.,M.Sc.,Ph.D sebagai narasumber menguraikan hal tersebut.
“Sebelum melakukan penelitian atas suatu ide, ada baiknya dosen memeriksa apakah ide tersebut sudah ada yang memiliki dengan hak paten. Jika belum, maka lakukan penelitian tersebut setelah mendaftarkan hak paten atas ide tersebut,” jelasnya.
Hak kekayaan intelektual bukan hanya hak paten, tapi juga bisa berusaha rahasia dagang, desain tata letak sirkuit terpadu, hak cipta, merek, desain industri, dan perlindungan varietas tanaman. Misalnya, ia mencontohkan, pada 1937 Joseph Friedman menemukan ide sedotan yang memiliki bagian yang dapat ditekuk setelah melihat anaknya kesulitan saat sedang minum milkshake, yang kemudian ia patenkan sebagai penemuan miliknya.
“Beberapa faktor yang menentukan suatu ide itu bisa dipatenkan antara lain adalah kebaruannya, kemudian langkah inventifnya, dan apakah ide tersebut dapat diterapkan di industri,” lanjutnya.
Dampak perlindungan kekayaan intelektual ini sangat besar pada produk penelitian dosen. Antara lain adalah sebagai insentif bagi investasi dalam berinovasi, sebagai akses dana bagi inventor, bisa juga sebagai akses pengetahuan dan invensi, “Serta sebagai sarana daya kompetisi internasional dan perdagangan, dan sebagai penyebar informasi dan sumber inspirasi untuk lahirnya karya-karya baru,” tutur Felix.
Namun, banyak juga penemuan atau invensi yang gagal dan mengalami penolakan saat pendaftaran hak paten, “Biasanya karena proses atau produk tersebut bertentangan dengan hukum, moralitas agama, ketertiban umum, dan kesusilaan. Bisa juga karena ide itu berkenaan dengan metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan, dan pembedahan hewan atau manusia,” katanya.
Selain itu ada pula ide berupa teori dan metode bidang ilmu pengetahuan dan matematika, atau invensi biologis yang esensial untuk produksi tanaman/hewan yang kemudian ditolak hak patennya.
“Pendaftaran hingga mendapatkan sertifikat hak paten ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dari awal pendaftaran kira-kira membutuhkan waktu sekitar 5 tahun. Maka dari itu harus dilakukan dengan serius sejak ide tersebut akan didaftarkan,” tutupnya. [neng]
Foto: Workshop bertema “Menjawab Tantangan Penelitian Dosen” yang diadakan oleh LPPM UNNAR, Selasa (11/12/2018) dengan narasumber Felix Pasila, ST, M.Sc, Ph.D.

print  word  pdf

 

Inovasi Lupis Semanggi Karya Mahasiswa UNNAR Mendapatkan Hibah PKM Kewirausahaan Inovasi Lupis Semanggi Karya Mahasiswa UNNAR Mendapatkan Hibah PKM Kewirausahaan

23 Mei 2019, 02:15:59

Iseng-iseng berhadiah. Mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kisah Ursulah Diana Fitriani dan kawan-kawan dari Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya. Inovasi karya mahasiswi Program Studi Akuntansi bersama keempat orang temannya berhasil mendapatkan dana hibah dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Inovasi yang mereka buat adalah produk makanan yang mereka namakan Lupis Semanggi Rainbow Cake. Ide membuat Lupis Semanggi itu ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Usai Kudeta, Eks Presiden Sudan Didakwa Membunuh Demonstran
27 Mei 2019, 09:00:00

Usai Kudeta, Eks Presiden Sudan Didakwa Membunuh Demonstran Mantan Presiden Sudan, Omar al-Bashir, yang dikudetapada 11 April lalu dilaporkan mulai menjalani proses hukum di pengadilan. Dia dituduh bertanggung jawab atas kematian sejumlah demonstran lantaran tindakan represif aparat keamanan. Dilansir .....

APJII Catat Ponsel Pintar Dominasi Pengguna Internet
27 Mei 2019, 09:00:00

APJII Catat Ponsel Pintar Dominasi Pengguna Internet Laporan penetrasi dan perilaku pengguna internet yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat ponsel pintar mendorong pengakses internet. Hingga 2018, ponsel berkontribusi sebesar 93,9 persen pengguna internet, disusul .....